Damascus-Infopalestina : Anggota biro politik Hamas, Muhammad Nasher menegaskan, ada beberapa isu politik yang membutuhkan penjelasan saat ini. Hamas masih komit untuk akhiri perpecahan internal.
Dalam pernyataanya kepada televise Al-Jazeera hari ini (18/10) pemimpin Hamas ini mengatakan, pihak Mesir telah melihat sikap Hamas yang sangat flesible dalam masalah kesepakatan demi mengakhiri perpecahan. Walau rekonsiliasi diambang kehancuran, Hamas masih sangat toleran. Hamaslah yang selama ini berupaya menempuh rekonsiliasi yang hampir buntu.
Pihak Mesir telah menyodorkan draft rekonsiliasi dengan judul, “Pandangan Mesir untuk mengakhiri Perpecahan”. Terdiri dari delapan lembar yang telah dibagikan ke semua faksi Palestina yang ikut dalam pembahasan. Hamas telah mengungkapkan pandanganya yang secara umum dan disetujui pihak Mesir. Makanya Kholid Misy’al mengungkapkan, dialog tinggal menunggu realisasi saja. Pihaknya telah sepakat dengan Mesir untuk jadwal penanda tanganan rekonsiliasi pada 20 8-20 Oktober. Namun saat terjadi kasus penundaan laporan Goldstone, terpaksa jadwal tersebut ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan.
Setelah peristiwa penundaan pembahasan laporan Goldstone, Mesir telah menyerahkan draft tersebut kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam dialog. Ia menegaskan, Hamas tidak minta apa-apa kecuali realisasi dari sejumlah point yang telah disepakati sebelumnya. (asy)
|
No comments:
Post a Comment